oleh Robi Kasamuddin
Seluruh tulisan di oke.or.id dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap dokumen. Diperbolehkan untuk mengedit , mengubah dan menerbitkan ulang dengan syarat tetap menyertakan atribut penulis dan oke.or.id.
Konfigurasi Mikrotik Sebagai Gateway
-
Paket I RTRWNET
Penawaran www.lintasjaringan.com
-
Paket Pemancar RTRWNET
Penawaran Paket Pemancar,http://lintasjaringan.com/Paket Pemancar
-
Paket II RTRWNET
Penawaran Paket II RTRWNet, http://lintasjaringan.com/Paket RTRWNET 2
-
Paket III RTRWNET
Penawaran Paket RTRWNET III, di http://lintasjaringan.com/Paket RTRWNET 3
-
Paket Point to Point
Point to Point Wireless, di http://lintasjaringan.com/Point to Point Wifi
Tampilkan postingan dengan label Tutorial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tutorial. Tampilkan semua postingan
Senin, 02 Mei 2011
Minggu, 10 April 2011
CD Tutorial RTRWNET Indonesia
CD 1 :
BAB I
1. Pengenalan RTRWNET1.1. Istilah RTRWNET
1.2. Implementasi RTRWNET
1.2.1. HOTSPOT
2. Infrastruktur
2.1. Kabel
2.1.1 Kabel (UTP/STP)
2.1.2 Coaxial
2.1.3 Fiber OPTIC
2.1.4 Kabel Tembaga untuk ADSL
2.2. Wireless (dibahas di poin 3 / selanjutnya)
3. WiFi (Wireless Fidelity)
3.1. Device / Alat / perlengkapan
3.1.1. USB wifi
3.1.2. AccessPoint
3.1.3. Antenna
3.1.2.1. Polarisasi
3.1.2.2. Omni
3.1.2.3. Sectoral
3.1.2.4. Grid
3.1.2.5. Homebrew
3.1.4. Kabel pigtail
3.2. V-SAT
3.3. HSDPA/ 3G
4. Konsep TCP/IP
4.1. IP, subnet
4.2. WAN, LAN dan NAT dalam router
4.3. Tekhnik membagi Subnet pada mikrotik
4.4. Tekhnik Istilah pembagian bandwidth 1:4
BAB II
1. Membangun RTRWNET
1.1. Konsep pesiapan dan budged dana RTRWNET
2.1.1. RTRWNET Skala Kecil
2.1.2. RTRWNET Skala Menengah
2.1.3. RTRWNET Skala Besar
1.2. Memilih Uplink
1.3. Sentuhan RTRWNET
2. Membangun WARNET
2.1. Konsep pesiapan budged dana WARNET
2.1.4. WARNET Skala Kecil
2.1.5. WARNET Skala Besar
2.2. Sentuhan Warnet
BAB III
1. Memilih Mikrotik sebagai Router untuk manajemen Koneksi RTRWNET atau warnet
1.4. Instalasi Mikrotik
1.5. Membatasi Bandwidth user
1.6. Contoh praktek RTRWNET konsep satu pemancar
1.7. Contoh praktek RTRWNET konsep dua atau banyak pemancar
1.8. Contoh praktek RTRWNET konsep multiple pemancar di lokasi dan internet yang berbeda
1.9. Advertise pada mikrotik
BAB IV
1. Permasalahan pada user dan solusinya
1.1. Instalasi pada user
1.2. Client Susah Login
1.3. Client sering mengeluh karena putus-putus
1.4. Website sebagai marketing
1.5. Teknisi outsource
BAB V (Lampiran)
1. Mikrotik
- Instalasi mikrotik
- Simple an tree queue
- 2_BTS_ABG (5,8 dan 2,4)
- Membagi Rata Download dan Upload di Mikrotik
- Hotspot Gateway
• Setup HOTSPOT
• Step By Step menjalankan HOTSPOT
• Edit tampilan hotspot
• Edit peringatan error
• Advertise pada Hotspot Mikrotik
- PPPOE Server
- Userman Mikrotik
- Web PROXY mikrotik
- Blok ip Mikrotik
- Load Balancing
- Upgrade Mikrotik
- ALL in
- Referensi lain (Mikrotik)
2. Antenna
- Membuat Wajanbolic
- Menggunakan Wajanbolic
- Membuat FP1800
3. Access Point
- Senao_ecb_1220r
- TP-LINK
- edimax_7206
- UBNT
- Minitar / JAHT
• Setting dan instalasi MNWAPG / JAHT
• Setting MWGAR
- Pasang Pemancar RTRWNET
4. Smoothwall
- Smoothwall sebagai gateway
- Smoothwall sebagai external proxy
5. ADSL
- Blok IP modem sanex
- Setting Modem Billion Lengkap
6. WDS
7. Procedure Instalasi
CD 2 :
Homebrew antenna
Mikrotik ISO
Presentasi ke Client
Smoothwall ISO
Tolls
Tutorial PDF
Warnet
Jumat, 24 Desember 2010
Kamis, 23 Desember 2010
0
Rabu, 15 Desember 2010
0
Minggu, 12 Desember 2010
Setting AP CLient Router dan AP Router
Bagaimana setting AP Client Router dan AP ROUTER pada TPLINK...
Pertama kita harus mengenali dahulu port pada TPLINK, jika anda mendapati access point dengan 4 port LAN, dan 1 port WAN, berarti access point ini bertindak sebagai router, Artinya fungsi NAT sudah termasuk di dalam access point ini.NAT sendiri adalah kepanjangan dari Network Address Translation adalah suatu metode untuk menghubungkan lebih dari satu komputer ke jaringan internet dengan menggunakan satu alamat IP.
Banyaknya penggunaan metode ini disebabkan karena ketersediaan alamat IP yang terbatas, kebutuhan akan keamanan (security), dan kemudahan serta fleksibilitas dalam administrasi jaringan. suatu jaringan yang besar dapat dipecah-pecah menjadi jaringan yang lebih kecil.
Bagian-bagian kecil tersebut masing-masing memiliki satu alamat IP, sehingga dapat menambahkan atau mengurangi jumlah komputer tanpa mempengaruhi jaringan secara keseluruhan. Selain itu, pada gateway NAT modern terdapat server DHCP yang dapat mengkonfigurasi komputer client secara otomatis. Hal ini sangat menguntungkan bagi admin jaringan karena untuk mengubah konfigurasi jaringan, admin hanya perlu mengubah pada komputer server dan perubahan ini akan terjadi pada semua komputer client. Selain itu gateway NAT mampu membatasi akses ke internet, juga mampu mencatat semua traffic, dari dan ke internet. Secara keseluruhan, dengan segala kelebihan gateway NAT tersebut, admin jaringan akan sangat terbantu dalam melakukan tugas-tugasnya.
Penjelasan lebih lanjut cek di sini
Berikut Konfigurasi RTRW-Net Seperti Topologi di bawah ini:
Pertama kita harus mengenali dahulu port pada TPLINK, jika anda mendapati access point dengan 4 port LAN, dan 1 port WAN, berarti access point ini bertindak sebagai router, Artinya fungsi NAT sudah termasuk di dalam access point ini.NAT sendiri adalah kepanjangan dari Network Address Translation adalah suatu metode untuk menghubungkan lebih dari satu komputer ke jaringan internet dengan menggunakan satu alamat IP.
Banyaknya penggunaan metode ini disebabkan karena ketersediaan alamat IP yang terbatas, kebutuhan akan keamanan (security), dan kemudahan serta fleksibilitas dalam administrasi jaringan. suatu jaringan yang besar dapat dipecah-pecah menjadi jaringan yang lebih kecil.
Bagian-bagian kecil tersebut masing-masing memiliki satu alamat IP, sehingga dapat menambahkan atau mengurangi jumlah komputer tanpa mempengaruhi jaringan secara keseluruhan. Selain itu, pada gateway NAT modern terdapat server DHCP yang dapat mengkonfigurasi komputer client secara otomatis. Hal ini sangat menguntungkan bagi admin jaringan karena untuk mengubah konfigurasi jaringan, admin hanya perlu mengubah pada komputer server dan perubahan ini akan terjadi pada semua komputer client. Selain itu gateway NAT mampu membatasi akses ke internet, juga mampu mencatat semua traffic, dari dan ke internet. Secara keseluruhan, dengan segala kelebihan gateway NAT tersebut, admin jaringan akan sangat terbantu dalam melakukan tugas-tugasnya.
Penjelasan lebih lanjut cek di sini
Berikut Konfigurasi RTRW-Net Seperti Topologi di bawah ini:
TOPOLOGI RTRW-Net
Berikut Langkah-Langkahnya:
Konfigurasi Mikrotik Modem TP-Link TD 8817
Berikut Konfigurasi Modem TP-Link TD 8817 dari Speedy:
Setting modem buat access point agar koneksi internet bisa dibagi-bagi lewat alat Access Point perlu ada komputer atau laptop, software winbox,bisa diunduh di sini,modem dari telkom speedy (biasanya modem TP-Link TD 8817) atau beli sendiri, switch hub, serta laptop/komputer lain sebagai client uji coba.
Prinsipnya tetap koneksi berbasis IP Address.dimana asal IP-nya dari ISP, dengan pilihan DHCP atau Static IP, klo DHCP dengan IP otomatis,dan Static IP dengan IP manual yang telah tetap dari ISP-nya.
Selanjutnya yang jadi pilihan utama setting modem speedy biasanya adalah dengan PPPoE/PPPoA, modem di-setting agar dial-up dari satu titik ke server ISP lewat jaringan (kabel atau wifi). sistem ini secara defaul sudah ada di modem dari telkom speedy.
Opsi lain dengan bridge connection ,modem sebagai penghubung (jembatan) koneksi dari PC ke server ISP.
Setting PPPoE
Pertama,backup dulu setingan awal dari modem speedy.Lalu masuk ke halaman browsing masukkan “http://192.168.1.1″….(tanpa tanda petik)
Setelah muncul,masuk ke “System Information, dan catat semua informasi yang ada di situ,seperti tampilan di bawah ini:

Lalu,siapkan modem,setingan fungsi modemnya dibuat dulu sebagai bridge,masukkan alamat modem (http://192.168.1.1), lalu login dengan username:admin, password:admin setelah itu next…next…next…sampe pilihan koneksi…tetapkan sebagai “bridge” dan diakhiri dengan “finish”
Selanjutnya,setting IP untuk tiap-tiap LAN Card, topologi struktur/susunannya seperti ini:
Internet—->Modem ADSL———————>Router Mikrotik—————>Switch——->Client
IP Internet ->[192.168.1.1/192.168.1.100]->[192.168.1.103/192.168.30.1]———————>
[192.168.30.2/192.168.30.254]
Masing-masing hardware memiliki 2 IP, satu IP untuk koneksi UP (ke atas) dan satu IP untuk koneksi DOWN (ke bawah). Hardware yang dimaksud adalah Modem ADSL dan Router dengan ketentuan,
MODEM:
- Up: 125.164.xxx.xxx –> IP Public dari Speedy, IP ini otomatis akan didapat dari server speedy saat dialup.
- Down: 192.168.1.100 –> Atur IP statis ini di bagian setting LAN modem. IP ini yang digunakan untuk melakukan koneksi dengan Router/jaringan di bawah modem.
ROUTER Mikrotik:
- Up: 192.168.1.103 –> Setting IP ini di Ethernet card pertama yang digunakan untuk menghubungkan Router dengan Modem. Perhatikan, IP dan netmasknya harus dalam satu jangkauan/range dengan IP Modem.
- Down: 192.168.30.1 –> IP untuk Gateway LAN dan pedoman IP client. Atur setting IP ini di Ethernet card kedua.
Selanjutnya buka winbox yang telah diunduh untuk setting PPPoE
Login ke Winbox, masukkan ip address, dalam hal ini IP mikrotik dari LAN.contoh 192.168.30.1. Masukkan juga username dan password.
Klik PPP

Klik tanda + untuk menambahkan PPPoE Client dari box PPP, kemudian pilih menu PPPoE Client

Akan keluar tampilan baru, isikan namanya (contoh “pppoe-speedy) dan isi Interface-nya (contoh ethernet dengan IP 192.168.1.103)
Setelah itu,pada PC client,arahkanIP GaTeway-nya ke router mikrotik….

tes koneksi kliean dengan di-ping.
-LAN, Local Area Network
-DHCP, Dynamic Host Configuration Protocol
-IP Address, Internet Protocol Address
-Switch,alat yang menyaring/filter dan melewatkan(mengijinkan lewat) paket yang ada di sebuah LAN.
-ADSL,Asymmetric Digital Subscriber Line
Setting modem buat access point agar koneksi internet bisa dibagi-bagi lewat alat Access Point perlu ada komputer atau laptop, software winbox,bisa diunduh di sini,modem dari telkom speedy (biasanya modem TP-Link TD 8817) atau beli sendiri, switch hub, serta laptop/komputer lain sebagai client uji coba.
Prinsipnya tetap koneksi berbasis IP Address.dimana asal IP-nya dari ISP, dengan pilihan DHCP atau Static IP, klo DHCP dengan IP otomatis,dan Static IP dengan IP manual yang telah tetap dari ISP-nya.
Selanjutnya yang jadi pilihan utama setting modem speedy biasanya adalah dengan PPPoE/PPPoA, modem di-setting agar dial-up dari satu titik ke server ISP lewat jaringan (kabel atau wifi). sistem ini secara defaul sudah ada di modem dari telkom speedy.
Opsi lain dengan bridge connection ,modem sebagai penghubung (jembatan) koneksi dari PC ke server ISP.
Setting PPPoE
Pertama,backup dulu setingan awal dari modem speedy.Lalu masuk ke halaman browsing masukkan “http://192.168.1.1″….(tanpa tanda petik)
Setelah muncul,masuk ke “System Information, dan catat semua informasi yang ada di situ,seperti tampilan di bawah ini:

Lalu,siapkan modem,setingan fungsi modemnya dibuat dulu sebagai bridge,masukkan alamat modem (http://192.168.1.1), lalu login dengan username:admin, password:admin setelah itu next…next…next…sampe pilihan koneksi…tetapkan sebagai “bridge” dan diakhiri dengan “finish”
Selanjutnya,setting IP untuk tiap-tiap LAN Card, topologi struktur/susunannya seperti ini:
Internet—->Modem ADSL———————>Router Mikrotik—————>Switch——->Client
IP Internet ->[192.168.1.1/192.168.1.100]->[192.168.1.103/192.168.30.1]———————>
[192.168.30.2/192.168.30.254]
Masing-masing hardware memiliki 2 IP, satu IP untuk koneksi UP (ke atas) dan satu IP untuk koneksi DOWN (ke bawah). Hardware yang dimaksud adalah Modem ADSL dan Router dengan ketentuan,
MODEM:
- Up: 125.164.xxx.xxx –> IP Public dari Speedy, IP ini otomatis akan didapat dari server speedy saat dialup.
- Down: 192.168.1.100 –> Atur IP statis ini di bagian setting LAN modem. IP ini yang digunakan untuk melakukan koneksi dengan Router/jaringan di bawah modem.
ROUTER Mikrotik:
- Up: 192.168.1.103 –> Setting IP ini di Ethernet card pertama yang digunakan untuk menghubungkan Router dengan Modem. Perhatikan, IP dan netmasknya harus dalam satu jangkauan/range dengan IP Modem.
- Down: 192.168.30.1 –> IP untuk Gateway LAN dan pedoman IP client. Atur setting IP ini di Ethernet card kedua.
Selanjutnya buka winbox yang telah diunduh untuk setting PPPoE
Login ke Winbox, masukkan ip address, dalam hal ini IP mikrotik dari LAN.contoh 192.168.30.1. Masukkan juga username dan password.
Klik PPP

Klik tanda + untuk menambahkan PPPoE Client dari box PPP, kemudian pilih menu PPPoE Client

Akan keluar tampilan baru, isikan namanya (contoh “pppoe-speedy) dan isi Interface-nya (contoh ethernet dengan IP 192.168.1.103)
klik Ok dan tunggu beberapa saat…….modem sedang dial-up ke speedy,jika berhasil hasil setup akan keluar dan indikatornya kolom durasi waktunya berjalan.Bisa dicek dengan mengklik TOOLS–>Ping dan isikan alamat web yang akan di-ping,contoh misalnya http://pongkalaero.blogspot.com/ ….:D promosi…hehehe

Setelah itu,pada PC client,arahkanIP GaTeway-nya ke router mikrotik….

tes koneksi kliean dengan di-ping.
singkatan:
-PPPoE/PPPoA,Point-to-Point Protocol over Ethernet/Point-to-Point Protocol over ATM
-DHCP, Dynamic Host Configuration Protocol
-IP Address, Internet Protocol Address
-Switch,alat yang menyaring/filter dan melewatkan(mengijinkan lewat) paket yang ada di sebuah LAN.
-ADSL,Asymmetric Digital Subscriber Line
Label:
Tutorial

